Table of Contents
Pernah atau mungkin sobat sedang mengalami masalah saat menyalakan komputer atau laptop, tiba-tiba perangkat tersebut memunculkan tulisan:
Akibatnya, komputer jadi tidak bisa masuk ke Windows dan hanya berhenti di layar hitam. Masalah ini memang cukup sering sekali terjadi terutama pada Windows 10 maupun Windows 11. Dan kabar baiknya, error ini ternyata masih bisa untuk diperbaiki tanpa harus melakukan install ulang.
Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang
- Penyebab Reboot and Select Proper Boot Device
- Cara memperbaiki boot device error
- Solusi BIOS/UEFI
- Cara mengatasi SSD atau HDD tidak terbaca
- Cara memperbaiki bootloader Windows
- Tips agar error tidak muncul lagi
Apa Itu Reboot and Select Proper Boot Device?
Error Reboot and Select Proper Boot Device adalah masalah booting yang muncul ketika komputer gagal menemukan sistem operasi untuk dijalankan.
Artinya:
- HDD/SSD tidak terbaca
- Windows bootloader rusak
- Urutan boot salah
- Kabel storage longgar
- SSD/HDD mengalami kerusakan
- Sistem BIOS/UEFI bermasalah
Karena itulah komputer hanya menampilkan layar hitam dan tidak bisa masuk Windows.
Penyebab Reboot and Select Proper Boot Device
Berikut tabel penyebab paling umum beserta solusi singkatnya:
| Penyebab | Dampak | Solusi |
|---|---|---|
| Boot priority salah | Windows tidak terdeteksi | Atur SSD/HDD sebagai boot utama |
| SSD/HDD tidak terbaca | PC gagal masuk Windows | Cek kabel dan BIOS |
| Bootloader corrupt | Muncul layar hitam | Gunakan Startup Repair |
| BIOS reset | Konfigurasi berubah | Reset BIOS ke default |
| SSD/HDD rusak | Boot gagal total | Ganti storage |
| Mode UEFI/Legacy salah | Windows tidak bisa boot | Samakan mode boot |
Sebelum memperbaiki masalah ini, penting mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.
Berikut beberapa penyebab paling umum:
1. Boot Priority Salah
Pengaturan pada Boot Priority yang salah dapat menyebabkan komputer gagal memuat sistem operasi (OS), Biasanya ditandai dengan pesan error seperti "No Boot Device Available", "Operating System Not Found", atau terhenti di layar hitam. Saat kita salah dalam mengatur Boot Priority akibatnya BIOS kebingungan mencari lokasi data Windows/OS, sering kali karena mencoba boot dari drive kosong atau USB yang terpasang
2. HDD atau SSD Tidak Terdeteksi
Pemasangan hardisk yang tidak tepat atau longgar, menyebabkan Hardisk tidak terbaca oleh motherboard dan dapat menyebabkan masalah ini.
3. Bootloader Windows Corrupt
Bootloader Windows Corrupt (atau rusak) ini dapat terjadi jika komponen sistem (BCD/MBR) yang bertugas memuat sistem operasi ke dalam memori saat komputer dinyalakan gagal berfungsi.
Hal ini mengakibatkan Windows tidak bisa masuk ke layar desktop, melainkan tertahan pada blank screen, pesan error ("No Boot Device Found", "BCD Error"), atau masuk ke sistem Automatic Repair terus-menerus.
4. Pengaturan BIOS Berubah
CMOS reset atau baterai BIOS yang sudah lemah dapat membuat konfigurasi pada pengaturan BIOS berubah. Efeknya meliputi waktu sistem tidak akurat, gagal booting, atau perubahan mode boot (UEFI ke Legacy).
5. SSD/HDD Rusak
SSD/HDD yang rusak umumnya ditandai dengan gejala awal seperti kinerja yang tiba - tiba menjadi lambat (lag/freeze), file korup, gagal booting, sampai drive tidak terdeteksi.
Ini juga menjadi penyebab dari Error! Reboot and Select Proper Boot Device Or Insert Boot Media In Selected Boot Device And Press A Key
6. Mode UEFI dan Legacy Tidak Sesuai
"Mode UEFI dan Legacy yang Tidak Sesuai" juga dapat menjadi penyebab terjadinya error ini. Pasalnya tipe partisi hardisk (GPT/MBR) tidak cocok dengan pengaturan BIOS (UEFI/Legacy). Solusi utamanya adalah mengubah mode di BIOS (F2/Del saat booting) agar sesuai, atau membuat ulang bootable USB dengan tipe partisi yang benar.
Related Posts
Cara Mengatasi Reboot and Select Proper Boot Device
Berikut solusi yang paling efektif dan terbukti berhasil.
1. Restart Komputer Terlebih Dahulu
Biasanya error ini bersifat sementara karna booting yang gagal. Solusinya adalah dengan mencoba Restart perangkat. Jika masih muncul error, lanjut ke metode berikutnya.
2. Lepaskan Flashdisk atau Hard Disk Eksternal yang terpasang
Apabila saat menyalakan perangkat terdapat Perangkat lain yang terpasang pada port USB, Silahkan lepas atau cabut terlebih dahulu. karna BIOS terkadang mencoba boot dari flashdisk kosong atau perangkat USB lain. Cara ini sangat sering berhasil.
3. Cek Apakah SSD/HDD Terdeteksi di BIOS
Metode ini sangat penting karena banyak kasus ini terjadi disebabkan oleh storage yang tidak terbaca oleh BIOS. Cara Masuk BIOS untuk mengecek apakah SSD/ Hardisk terdeteksi atau tidak adalah sebagai berikut.
- Saat komputer menyala silahkan tekan berulang tombol DEL, F2, F10, atau ESC
Info! (Sesuaikan dengan tipe dan merek motherboard atau laptop yang sobat gunakan)
- Setelah perangkat berhasil masuk pada tampilan BIOS Cari menu Storage lalu SATA Configuration
- Pastikan SSD/HDD sobat muncul disana, setelah itu lakukan restart.
4. Atur Boot Priority dengan Benar
Posisi boot priority (urutan booting) yang benar memungkinkan sistem operasi (Windows/Linux) dari SSD/HDD dapat di akses dengan cepat oleh perangkat. Untuk mengatur urutan Boot Priority adalah sebagai berikut:
- Restart perangkat lalu Masuk BIOS
- Pada tampilan menu bios cari dan Buka menu Boot
- Pilih SSD/HDD yang berisi System Operasi Windows sebagai Boot Option #1
- Simpan dengan tombol F10
- Restart komputer
5. Aktifkan Mode UEFI atau Legacy yang Sesuai
Error Reboot and Select Proper Boot Device ini bisa terjadi jika Windows diinstall menggunakan UEFI tetapi BIOS menggunakan Legacy ataupun sebaliknya. Untuk mengaktifkan mode UEFI atau Legacy silahkan ikuti langkah dibawah ini:
- Masuk BIOS
- Cari menu Boot Mode lalu Ubah menjadi: UEFI atau Legacy/CSM
Info! Windows 11 biasanya menggunakan UEFI sedangkan Windows lama biasanya memakai Legacy
- Simpan pengaturan dan dan lakukan Restart pada perangkat
6. Reset BIOS ke Default
Fungsi utama dari reset BIOS ke default (setelan pabrik) adalah untuk mengembalikan seluruh konfigurasi atau pengaturan BIOS/UEFI ke kondisi awal yang aman.
Cara ini dapat digunakan untuk mengatasi kesalahan konfigurasi, overclocking yang gagal, masalah booting, atau mendeteksi komponen hardware baru agar komputer berjalan normal kembali.
Selain itu Konfigurasi BIOS yang salah juga dapat menyebabkan boot gagal sehingga perangkat tidak dapat masuk ke Desktop.
Untuk cara Reset BIOS ke Default adalah sebagai berikut:
- Masuk BIOS
- Cari Load Default dan tekan Load Optimized Defaults
- Setelah itu lakukan penyimpanan pada pengaturan BIOS yang tadi kita atur dan lakukan Restart komputer
Metode ini biasanya sering berhasil
7. Periksa Kabel SATA dan Power SSD/HDD
Untuk menangani error ini perlu bagi kita untuk Memeriksa kabel SATA dan daya (power). Karna akan terasa dampaknya pada perangkat kita apabila SSD/HDD tidak terdeteksi. Biasanya masalah yang umum terjadi perangkat akan terasa lambat, atau menyebabkan freeze. Jadi Pastikan kabel terpasang dengan kencang, tidak rusak, dan gunakan kabel SATA berkualitas baik.
Coba ganti port SATA di motherboard dan kabel power dari PSU untuk diagnosis akurat.Untuk pengguna PC desktop, kabel longgar adalah penyebab umum.
8. Gunakan Startup Repair Windows
Startup Repair berguna untuk memperbaiki masalah sistem yang menghambat booting. Sobat bisa menggunakannya melalui menu Advanced Startup Options (WinRE) saat PC gagal masuk Windows, atau lewat Pengaturan > Sistem > Pemulihan.
Fitur ini memindai kerusakan file sistem dan memperbaikinya secara otomatis. Jika bootloader Windows rusak, gunakan fitur Startup Repair.
Jangan lupa untuk selalu merestart perangkat guna mengatasi error, mempercepat performa yang lambat, dan menyegarkan sistem dengan mengosongkan RAM.
Restart sangat dianjurkan setelah pembaruan perangkat lunak (update), saat komputer terasa lambat, aplikasi mengalami bug, atau setelah melakukan perubahan pengaturan sistem. Ini membantu membersihkan memori dan proses latar belakang
9. Perbaiki Bootloader dengan CMD
Jika Startup Repair gagal untuk memperbaiki masalah ini, Kita dapat Memperbaiki bootloader Windows via Command Prompt (CMD), Caranya adalah sebagai berikut:
- Masuk ke Command Prompt melalui installer Windows.
- Lalu ketikan perintah
bootrec /fixmbr bootrec /fixboot bootrec /scanos bootrec /rebuildbcdInfo! Tekan Enter setiap selesai mengetik perintah. - Setelah selesai Tutup CMD dan lakukan Restart pada perangkat tersebut.
Cara ini sangat efektif untuk memperbaiki boot corrupt.
10. Cek Kondisi SSD atau HDD
Jika komputer masih juga gagal memuat boot setelah mencoba beberapa cara diatas, ada kemungkinan besar masalah berasal dari kerusakan storage.
Berikut beberapa gejala SSD/HDD rusak yang umumnya terjadi:
- Perangkat mulai terasa lambat
- Sering freeze
- Boot gagal (Tidak bisa masuk Desktop)
- Bunyi aneh berasal dari SSD/HDD
- Windows sering crash
Untuk mengetahui kondisi SSD atau Hardisk yang terpasang pada perangkat, sobat bisa menggunakan bantuan dari software:
- CrystalDiskInfo
- Hard Disk Sentinel
- CHKDSK
11. Install Ulang Windows
Install ulang bertujuan untuk mengembalikan sistem operasi ke kondisi awal, bersih dari error, dan dapat membuat perangkat kita bekerja lebih optimal. Proses ini juga dapat mengatasi kinerja lambat, infeksi virus/malware, serta gagal booting dengan mengganti file sistem yang rusak dengan file baru, menjadikan perangkat beroperasi layaknya baru
Jika bootloader dan sistem sudah rusak, maka install ulang bisa menjadi solusi terakhir untuk mengatasi masalah ini.
Cara Mencegah Reboot and Select Proper Boot Device
Berikut beberapa tips yang dapat sobat lakukan untuk mencegah Error ini terjadi lagi dikemudian hari:
- Usahakan untuk selalu menggunakan UPS (Uninterruptible Power Supply) pada perangkat sebagai penyedia daya cadangan sementara dan penstabil tegangan saat listrik padam atau tidak stabil. UPS juga dapat mencegah hilangnya data, melindungi perangkat elektronik (komputer, server, modem) dari kerusakan komponen, serta memberikan waktu bagi pengguna untuk mematikan perangkat dengan aman.
- Menghindari mati listrik mendadak sehingga menyebabkan PC mati dalam keadaan paksa. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat lunak maupun perangkat keras dan merusak merusak bootloader.
- Rutin untuk selalu mengecek Kesehatan SSD/HDD dengan memantauu health storage secara berkala.
- Update BIOS Jika Diperlukan karna beberapa motherboard mungkin memiliki bug booting.
- Hindari Mencabut Storage Saat PC Menyala, karna hHal ini bisa menyebabkan corrupt pada perangkat lunak.
Kesimpulan
Error Reboot and Select Proper Boot Device biasanya terjadi karena komputer gagal menemukan sistem operasi. Penyebabnya bisa berasal dari:
- Boot priority salah
- SSD/HDD tidak terbaca
- Bootloader corrupt
- BIOS error
- Storage rusak
Untungnya, masalah ini masih bisa diperbaiki menggunakan beberapa metode seperti:
- Mengatur boot priority
- Reset BIOS
- Startup Repair
- Memperbaiki bootloader CMD
- Mengecek kondisi SSD/HDD
Jika semua cara tidak berhasil, kemungkinan storage mengalami kerusakan fisik dan perlu diganti.
Sekian artikel kali ini tentang Cara Mengatasi Reboot and Select Proper Boot Device di Windows 10/11 (100% Work), Apabila ada pertanya, kritik, pesan, dan saran, silahkan sampaikan pada kolom komentar dibawah. Semoga bermanfaat